ANALISA INTERMARKET FOREX SEBAGAI PENGGERAK PASAR

Analisa Intermarket

Kebanyakan trader forex cenderung fokus pada analisa teknikal atau analisa fundamental saja sebagai dasar pengambilan keputusan. Memahami tentang The Underlying forces yang menggerakkan pasar sekaligus mengetahui apa yang terjadi pada harga, volume, dan volatilitas jarang dipelajari. Untuk itu coba pelajari analisa intermarket yang mungkin bisa membantu apakah analisa teknikal yang dilakukan didukung oleh the underlying forces.

Analisa Fundamental sendiri terdiri dari dua kategori:

1. Economic Fundamental

Faktor yang mencerminkan pertumbuhan, perdagangan, dan produksi dari berbagai unsur pelaku ekonomi. Termasuk didalamnya adalah semua news release yang kita lihat pada saat trading forex sehari-hari

2. Intermarket Fundamntal

Termasuk dalam kategori ini adalah interest rate, equity, yields, commodity prices, market sentiment – seperti data institusional commitment of traders (COT), volatility (VIX). Data-data ini kelihatannya tidak seperti faktor fundamental tradisional, tapidata ini jauh lebih berguna dan dapat diaplikasikan langsung bagi keperluan trading ketimbang indikator ekonomi yang dikeluarkan pemerintah melalui news release yang sifatnya lagging

analisa intermarket

Salah satu kemudahan bagi kita dalam menggunakan analisa intermarket adalah karena mereka diperdagangkan pada suatu bursa. Sebagai contoh, prediksi investor tentang kemana arah suku bunga USA bisa diperoleh melalui live market.  Market traded information umumnya realtime dan berasal dari berbagai sumber yang mencerminkan konsensus pelaku pasar. Bukankah para pelaku analisis teknikal selalu berargumentasi bahwa nilai setiap news telah tercermin pada harga sehingga mendapatkan informasi yang diperdagangkan pada suatu bursa menjadi lebih efisien.

Ada dua hal yang harus anda ketahui tentang analisa intermarket:

  • Yield yang lebih tinggi pada suatu negara akan meningkatkan demand bagi mata uangnya, yang akhiornya akan memperkuat nilai mata uang tersebut.
  • Investors mengkalkulai yield berdasarkan berbagai bentuk investasi termasuk obligasi, saham, deposito dan investasi dalam bentuk lain seperti komoditi

Post Author: aangwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *