Hubungan Antar Instrument Berdasarkan Analisa Intermarket

Analisa Intermarket dan instrumentnya

Dalam analisa intermarket kita mencoba melihat keterkaitan antar pasar dan dapat lebih spesifik yakni antar instrument yang diperdagangkan. Yang perlu dipahami adalah semua instrument yang diperdagangkan pada pasar-pasar keuangan lain dinilai dalam US dollar. Jadi terdapat kesamaan cara pandang dalam menilai bentuk-bentuk investasi, sebagai contoh jika harga minyak turun, itu berarti US Dolllar menguat. Dari sini kita melihat mata uang mana yang memiliki keterkaitan langsung dengan gejolak harga minyak. Pastinya mata uang tersebut adalah currency dari negara-negara eksportir minyak.

Beberapa kaitan antar instrument pada pasar finansial:

1. Harga Emas (Gold) – AUD/USD dan USD Index
2. Harga Minyak (Oil) – USD/CAD
3. 10 years Treasury Notes (TNX) – USD Index (DXI) dan UCHF
4. S&P 500 (SPX) – USD/JPY dan EUR/USD
5. Open Interesr (COT report) – Semua pair major
6. Saham Perbankan di S&P 500 – USD/CHF

Perhatikan beberapa gambar dibawah ini, sehingga anda dapat memperoleh ide bagaimana hubungan antar instrumen dapat dijadikan informasi tambahan dalam aktivitas trading:
Gold adalah instrumen investasi yang sejak dulu digunakan untuk menekan resiko inflasi/deflasi serta tempat pelarian dana pada saat ekonomi dalam keadaan tidak menentu.

 

Gold

Gold

Australia adalah salah satu negara produsen emas terbesar disamping energy, karena tidak heran jika mata uangnya berkorelasi langsung dengan harga emas. Lihat saja pada pic frame H1 dibawah ini, bagaimana AUD/USD melemah mengikuti penurunan harga emas.

AUD

Dari seluruh instrumen yang diperdagangkan, sentiment indikator adalah yang  terpenting. Ini dikarenakan bahwa pasar adalah tempat interaksi manusia sebagai pelakunya yang kerap dipengaruhi oleh kondisi psikis emosional. Sehingga tidak heran jika Volatility Index (VIX) juga disebut “Fear Index”. Guna dari sentiment indicator adalah memberi informasi agar kita siap mengambil posisi berlawanan dengan mayoritas trader lainnya. Jika semua orang melakukan aksi jual, siapa yang beli? Disinilah peran signifikan dari sentiment indicator dalam memperlihatkan herd (mass) mentality.

Post Author: aangwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *